Behind the Scene: the Jakarta Globe
"Buku untuk Anak Bangsa" adalah sebuah inisiatif pelajar dan masyarakat Indonesia di Brisbane, Australia dalam mengumpulkan buku berbahasa Inggris untuk kemudian disumbangkan secara gratis ke sekolah-sekolah, perpustakaan, dan taman bacaan di Indonesia. Siapa saja bisa memohon buku bantuan ini dengan mengontak panitia dan kemudian panitia akan menyeleksi & mengevaluasi. Blog ini merupakan dokumentasi & tempat menorehkan progress report kegiatan "Buku untuk Anak Bangsa"


The school is up in the mountain. It is at the same height where you can see Mt Agung, the highest mountain in Bali Island (the neighborhood island), and see perfectly Senggigi beach from the top.
To reach the school, you have to ride a motorcycle until certain spot (no car access) and then continue by foot. It takes roughly 1 hour walk & hike the mountain to reach the school.
I still cannot believe how big the effort the students, teachers, and staff should make JUST to go to school.
The school is an elementary school (Grade 1 -6). It has 2 type of classes: 1 indoor class (normal class) and 1 outdoor class. The latter is actually you are studying outside the class, still with the chairs, table, blackboards. Not a good thing. But, the good thing about this outdoor class is the surrounded view is amazing! You can see the other part of the mountain which is a forest!Due to the room limitation, the administration officer's office and classroom are basically in the same place.
Below are pictures of local children:
Thanks to Wawan & Abdul (photo above), local people who connects this project with this school!
Location: Lombok, NTB (West Nusa Tenggara) Province
- Reported by: Mika -
Baru saja dapat email dari Pak Muhammad, penerima buku di Aceh:









All books are now in the palm of recipients' hand. Thanks for everybody who have helped this project since the very beginning until the end. BUT, it's not the end yet. There is one task left: Monitoring the book usage.





BuAB (Buku untuk Anak Bangsa) article will be published in the next edition of UQ News. Below is the link to the online article:
"raBuku" - berasal dari kata "Rabu" dan "buku" - adalah salah satu inisiatif dari kegiatan "BuAB" yang dimana setiap hari Rabu, kami mengundang siapa saja untuk menyumbang 1 buku atau AUD $1.
We would like to express our deepest gratitude for Munro Centre at St Lucia, Brisbane for their books donation. We received heaps of books from them.
Sabtu minggu lalu,
St Thomas Kindergarten adalah salah satu TK di St Lucia, Brisbane. Walaupun letak TK ini rada ngumpet di St Lucia (ga semua orang tahu), namun kebaikan hati sang kepala sekolah Ms. Suzanne Bardon dan staf-staf pengajarnya dijamin ga ikutan ngumpet.

Hari Sabtu minggu lalu TK ini mengadakan "Trash & Treasure Fair" yaitu dimana mereka menjual barang-barang dengan harga murah, termasuk buku. Mereka memberi buku-buku yang tidak terjual kepada kami, FREE. Kami mendapat 10 boks besar-besar dan berat-berat dari mereka. WOW!

Book Hunting terakhir kami itu minggu lalu, tanggal 1 Agustus 2008. Kami pergi ke daerah Lawnton, ke Vinnies (St Vincent de Paul, Lawnton). Ini suburb jauuuuuuuhhhhhhhh bgt, di utaranya Brisbane, hehe. Staf-staf di Vinnies Lawnton baik sekali. Mereka memberi harga yang murah untuk buku yang kami beli (2 trolley untuk $40), juga membantu packing dan membawa masuk buku ke dalam bagasi mobil.



Bagasi mobil ibu Rosita penuh sama buku, plus back seat juga dibanjiri buku. Mantep hunting kali ini! Sumbangan buku dari


Siswa-siswa menyambut gembira dan sangat antusias membantu membuka dos. Tidak sabar ingin segera melihat buku-buku yang ada di dalamnya. Setelah buku-buku dikeluarkan, mereka langsung ramai-ramai membacanya.






Pada tanggal 9 Januari 2008, buku-buku sebanyak 5 boks seberat lebih kurang 86 kg didistribusikan ke sekolah di salah satu titik tujuan: DKI Jakarta. Sekolah yang menerima bantuan adalah SDIT A BA TA yang berada di kawasan Jakarta Barat.
Ini beberapa contoh buku-buku resep yang kami telah kirim. Buku ini dikategorikan umum atau advance. Buku ini mungkin bisa bermanfaat bagi guru Keterampilan Memasak karena memuat banyak resep. Buku ini dapat digunakan oleh anak untuk membangun vocabulary (kosa kata) bahasa Inggris anak-anak kita.
di SD maupun di SMP?
Tampak terjadi diskusi di antara para volunteer untuk memutuskan apakah buku tersebut dikategorikan "beginning", "Intermediate" atau "advanced/general". Tentunya dengan memikirkan tingkat penguasaan bahasa anak kita.

Dear teman-teman,
Rabu minggu lalu,



Ini dia Mba Pipin sedang menyeleksi buku di sebuah garage sale.Secara pribadi saya sangat menghargai upaya teman-teman. Special thanks for Mika yang terus bergerak mewujudkan program ini.
Dalam hati saya berkata: Anak-anak yang saya cintai, betapa beruntungnya kalian. saya bahagia melihat kalian. Kalian sungguh tidak mengerti bahwa betapa banyak anak seusia kalian di Indonesia yang tidak pernah merasakan nikmatnya membaca, bahkan tidak pernah melihat buku yang sebagus di tangan kalian.
Saya pun terbayang di masa kecil saya yg hampir tak pernah menikmati perpustakaan selain buku G-30 S PKI (yang membawa kekaguman saya terhadap Mantan Presiden Soeharto sejak kecil). Di rumh saya hanya ada buku-buku Bapak saya seperti Ilmu Alam, Ilmu hitung dll
Saya juga teringat ketika saya membuat perpustakaan desa saat KKN di desa terpencil di Sulawesi Selatan (yg isinya hanya buku-buku pemberantasan buta huruf). Buku itu saya angkut dari gudang kantor dinas pendidikan, karena buku itu hanya numpuk di gudang dan harus dikosongkan akibat ada pengawas yg akan datang. Isn’t it terrible?
Saya percaya, bahwa semua anak terlahir membawa rasa ingin tahu. Semua anak punya potensi baca. Tapi lingkunganlah yang sangat menentukan tumbuh kembangnya minat baca ini.
Siapa yang harus saya salahkan atas kemelaratan anak-anak Indonesia. Siapa yang harus saya tuntut atas keterlantaran anak-anak bangsa kami. Siapa yang seharusnya memperhatikan ketersediaan buku-buku (yang harus memadai)?
Semua ini membawa kejengkelan saya yang mendalam terhadap para koruptor Indonesia yang begitu gampangnya merampas hak-hak orang lain, hak-hak rakyat dan tidak mengerti betapa pentingnya keberadaan anak-anak kecil tersebut.
Mari teman-teman semua, kita dukung gerakan pengumpulan buku ini. Jangan khawatir anak-anak kita tidak ngerti bahasa Inggris.
Biarlah mereka menikmati gambar-gambar nan indah, disain-disain yang mewah. Mereka mungkin tidak tahu membaca, tapi dengan mereka melihat dan menjamah buku itu, mereka punya inspirasi, punya mimpi, punya wawasan tentang dunia lain. Mungkin dengan buku yang kita sumbangkan, mereka terangsang untuk bertanya dan ingin mengetahui tentang sesuatu secara lebih mendalam, dll.
Bagi yang ingin berpartisipasi (melabel buku, mengetik judul buku, mengepak buku, hunting buku, ngangkat-ngangkat buku dll), hubungi Mika segera.
Hari ini, saya, ibu Rosita, dan Asti, dengan menaiki mobil ibu Rosita pergi ke daerah Springwood untuk ke gudang buku St. Vincent de Paul.

Dengan $50, kami mendapatkan buku sebanyak satu crat. Karena jumlah bukunya sangat massive dan mobil kami tidak memiliki kapasitas untuk membawanya, maka penjemputan buku akan dilakukan next time.
Kami masih butuh bantuan teman-teman untuk memperbanyak buku-buku yang akan disumbangkan sehingga memungkin untuk menjangkau lebih banyak titik di Indonesia.Dua hari lalu, Rabu, 31 Oktober 2007, saya dan dibantu oleh Santo (ex-Wakil Ketua PPIA Queensland Periode 2006-2007) menjemput buku-buku yang ada di Salvation Army Store (Salvo's) yang ada di Fortitude Valley.
i mendapatkan buku sebanyak satu bagasi / trunk mobil seperti yang terlihat di foto untuk $50.

Hunting buku kali ini diikuti oleh saya sendiri dan Asti.
Hari Minggu, 28 Oktober 2007, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, hunting buku untuk pengumpulan "Buku untuk Anak Bangsa" dilakukan. Saya, Ibu Sitti, dan Ibu Rosita memulai pencarian sejak pagi hari.
"Buku untuk Anak Bangsa" adalah sebuah kegiatan pengumpulan buku berbahasa Inggris oleh mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Brisbane, Australia untuk kemudian diteruskan ke sekolah, rumah belajar, dan perpustakaan di Indonesia.